Day 31. Post a Day 2011.
Masih ingat cerita saya tentang kerinduan saya akan sahabat pena? Saya sudah mengirimkan surat ke beberapa orang teman. Ternyata, sudah lama tidak menulis surat membuat saya tidak bisa menulis lama-lama dan panjang. Alasannya, tangan pegal dan tidak tahu harus menulis apa. 
Well anyway, surat sudah dibuat dan sudah dikirim. Tapi, saya tidak akan membahas tentang itu.
Penggemar: Lantas, membahas apa dong, Kim?
Saya mau bercerita sedikit tentang Postcrossing. Pertama kali saya tahu website ini dari Rise. Di tulisan saya tentang sahabat pena itu dia menyebut-nyebut Postcrossing. Saya penasaran apa itu Postcrossing? Soalnya belum pernah dengar, tapi kalau mau bertanya ke Rise saya gengsi. Jadinya, saya tanya ke mbah Google. 
Intinya sih Postcrossing itu memberikan kita alamat secara random untuk kita kirimi kartu pos. Benar-benar random! Saya sendiri dapat alamat di Australia, Cina, Finlandia, dan Amerika Serikat. Seru ya? Iya, seruuu... Rasanya gimanaaa gitu pas kemarin kirim kartu pos ke luar negeri. Agak-agak bangga dan heboh sendiri. *halah* Maklum lah, saya kan belum pernah kirim surat atau kartu pos ke luar negeri. 
Sepanjang perjalanan dari kos ke kantor pos membuat saya jadi bertanya-tanya sendiri. Bagaimana ya perasaan orang-orang yang saya kirimi kartu pos ini ketika menerima kartu pos dari saya (atau dari yang lain)? Ketika mereka pulang ke rumah dan mendapati kartu pos untuk mereka. Kartu pos dari orang asing yang tinggal di Indonesia (atau dari negara-negara lain).
Kalau saya sih, pasti girang banget. Lha wong, dapat surel dari penggemar saja saya senang apalagi dapat kartu pos dari luar negeri. *dikeplak* Pasti rasanya gembira bukan kepalang. Haha... Dasar katrok. Sepertinya saya ini hobi banget lebay ya? Hihi...
Penggemar: Tapi, Kim, kirim kartu pos ke luar negeri kan mahal. Apa nggak tekor tuh kamu?
Tidak juga. Kirim kartu pos ke luar negeri biaya perangkonya sama dengan biaya perangko kirim surat di dalam negeri. Serius deh. Perangko untuk kartu pos ke Amerika Serikat dan kirim surat ke Makassar, sama-sama Rp 4000. Sewaktu saya tanya ke mbak-mbak kantor posnya, katanya sih kirim kartu pos memang murah. Berarti bisa diteruskan lah hobi ini. Kalau mahal, saya sih jadi ogah buat melanjutkan. Cukup empat kartu pos ini saja yang saya kirim. Tidak akan ada lagi kartu pos-kartu pos berikutnya. *halah*
By the way, kalau saya pikir ya konsepnya Postcrossing agak-agak mirip dengan book swap-nya Bookmooch. Saya pernah menulis tentang Bookmooch di blog saya yang satunya. Sama-sama saling tukar barang (kalau yang satu kartu pos, nah Bookmooch ini buku), tapi alamatnya tidak dikasih random. Di Bookmooch, orang yang tertarik dengan buku kita akan mengirimkan kita pesan terlebih dahulu. Kalau kita setuju ya bisa kita kirim buku yang dia minta ke alamatnya.
Postcrossing dan Bookmooch juga sama-sama pakai poin (atau sejenis itulah). Di Postcrossing setiap kartu pos yang diterima akan diregister postcard ID-nya oleh si penerima kartu pos. Setiap lima kartu pos yang diregister, kita baru bisa dapat tambahan alamat. Kalau hanya empat, ya kita tidak bisa minta alamat lebih dari lima. FYI, untuk pendaftar baru maksimal hanya bisa kirim lima kartu pos ke lima alamat.
Nah, kalau Bookmooch itu setiap buku yang sudah kita kasih ke orang lain dan mereka mencatatnya di Bookmooch, kita dapat poin. Poin ini digunakan untuk kita meminta buku ke orang lain. Soalnya, kalau tidak pakai poin seperti ini nanti kita keenakan meminta buku ke orang sedangkan kita sendiri tidak mau kirim buku. Kan kalau begitu curang namanya.
Tapi... Saya sendiri belum pernah mempraktekkan book swap ini sih. *nyengir kuda* 
Soalnya saya masih sayang sama buku-buku saya. Sayang kalau mau dihibahkan begitu saja ke orang yang belum pernah saya lihat rupanya. Eh tapi, saya sudah sign up kok di Bookmooch. Sign up doang, tapi tidak aktif. Hanya jadi anggota pasif. 
Akhirul kalam, kalau teman-teman tertarik untuk dapat kartu pos dari luar negeri silakan daftar ke Postcrossing. Atau kalau teman-teman tertarik untuk tukar-tukaran buku, silakan jadi anggota Bookmooch.
Sekian dan terima kasih. *halah, resmi banget*






